Nilai Mati SBMPTN ?

Nilai Mati SBMPTN
Benarkah nilai mati SBMPTN itu ada?
PELAJAR.ORG --- Seleksi yang paling menjadi pusat perhatian para calon mahasiswa dari berbagai daerah, yup, SBMPTN. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) adalah seleksi PTN tahunan yang diselenggarakan oleh kemristek dikti, untuk menjaring para siswa SMA/SMK/MA sederajat melalui seleksi tulis yang dilakukan serentak, dengan jenis soal TKPA dan SAINTEK/SOSHUM/IPC (sesuai yang dituju).

Nah, tiap tahun banyak sekali berita - berita miring seputar SBMPTN, dan salah satu diantaranya yang sering muncul adalah persoalan NILAI MATI. Jadi sebenarnya nilai mati itu apa? dan benarkah adanya? Mari kita simak ulasan berikut.

Si Bejo adalah siswa asal SMA 1 Pulu Pulu, yang kebetulan dia ikut seleksi SBMPTN lantaran SNMPTN tidak lolos. Ia sudah belajar jauh - jauh hari, dan pada awalnya dia memang sempat kesulitan mengerjakan soal latihan SBMPTN, dikarenakan perbedaan tingkat kesulitan sangat dirasakan dibandingkan dengan soal sewaktu di SMA. Namun, lama kelamaan dia akhirnya terbiasa dengan soal - soal itu. Soal SBMPTN pada dasarnya adalah untuk menguji kemampuan penalaran tingkat diatas rata - rata. Bejo tidak mengambil les / bimbel tambahan diluar jam sekolah, karena ia tidak memiliki biaya. Jadi, dia cukup belajar apa yang disampaikan oleh gurunya di kelas dan membuat kelompok belajar bersama teman-temannya. Suatu hari, disekolahnya terdapat sebuah seminar yang diadakan oleh bimbel. Bimbel itu memberikan informasi bahwa jika ada salah satu dari ke 4 jenis soal tidak dikerjakan, maka akan menjadi nilai mati dan tidak lolos. Benarkah begitu? Tapi Bejo tidak langsung percaya, ia hanya mengambil informasi yang pasti dan dapat diterima secara logika. Sebulan kemudian, tes SBMPTN dilaksanakan, Bejo dapat mengerjakan banyak soal, kecuali 1 jenis soal, yakni fisika. (FYI, Bejo mengambil jurusan Farmasi, yaitu program SAINTEK). Bejo benar - benar bingung dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak mengisinya sama sekali daripada nantinya salah (poin nilai dikurangi -1 per soal yang salah). Selesai mengerjakan soal, ia pun pasrah dan menyerahkan usahanya tersebut kepada Tuhan.

Andi : "jo, gimana tadi soalnya, bisa semua?"
Bejo : "nggak semuanya ndi, sayang banget, aku sama sekali tidak bisa mengerjakan dibagian fisika"
Andi : "Loh! nggak kamu kerjain sama sekali jo? Gimana sih, kata bimbel kemarin kalo nggak ngerjain salah satu jenis soal aja bisa ndak lolos loh. Paling nggak ngerjain 1 soal, gapapa salah"
Bejo : "ya kalo asal ngerjain trus salah, ya percuma dong ndi"
Andi : "Wah, nggak bener itu jo. Pasrah dah, kalo gitu. Pasti nggak lolos kamu, jo"
Bejo : "Biarlah ndi, lagian aku juga udah berusaha, semua sudah aku serahkan sama yang diatas mau dilolosin apa enggaknya"
Andi : "Well, semoga beruntung Jo"

2 Minggu kemudian, hasil SBMPTN diumumkan.
Andi : "Alhamdulillah, Aku lolos di pilihan ke 2 di UGM jo! Mantab! Lu gimana?"
Bejo : "Aku kena dipilihan pertama ndi, Alhamdulillah."
Andi : "Heh kok bisa? kan kemarin fisikanya nggak kamu isi? Lolos dimana emang"
Bejo : "di UI"
Andi : "Mantab jo! Selamat ye!!"
*Jedarrr

Ternyata justru si Bejo yang lolos di UI pada pilihan ke - 1.

Analisanya gini bro..
1. Ambil sample, ada 1500 pesaing yang memperebutkan pilihan jurusan dan PTN yang sama.
2. Ada 30 yang akan diterima (kuota penerimaan).
3. Maka yang berhak lolos adalah pemilik 30 nilai dengan peringkat paling tinggi dari 1500 siswa yang bersaing dalam SBMPTN itu.
4. Nah.. mungkin ada nilai yang sama,,? di peringkat 30 dan 31 nilainya sama, maka apa yang akan dilihat PTN untuk siswa mana yang lebih berhak lolos?
5. Mungkin....PTN nya melihat siswa mana yang lebih banyak mengerjakan soal? (bisa jadi kan), atau alasan lain? itu hanya PTN yang berhak menentukannya. Pihak lain tidak punya andil disitu.

Selamat berjuang! Semoga ulasan ini membantu.

2 Responses to "Nilai Mati SBMPTN ?"

  1. Ini kejadian nyata emang min?

    BalasHapus
  2. Ini kejadian nyata emang min?

    BalasHapus